Selasa, 31 Mei 2011

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL


PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

A.    Pengertian Ideologi Secara Umum Dan Makna Ideologi Bagi Suatu Negara
Ideologi secara umum dapat diartikan sebagai kumpulan ide-ide, gagasan-gagasan, suatu pemikiran yang menyeluruh mencakup segala aspek kehidupan manusia. Serta melakukan transformasi atau penambahan secara besar-besaran dalam segala aspek sosial atau masyarakat.
Keyakinan-keyakinan dan kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh serta sistematik yang ada. Yang menyangkut dalam segala bidang yakni bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan keagamaan. Sedangkan makna ideologi bagi suatu negara adalah ideologi negara sebagai tujuan atau cita-cita suatu bangsa dan menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat. Dan bangsa yang bersangkutan serta menjadi pandangan kedepan bagi suatu negara.
B.     Pengertian Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka merupakan suatu sistem pemikiran yang terbuka. Ciri khas ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan diambil dan digali dari kekayaan rohani, moral dan dari kebudayaan masyarakat itu sendiri.
C.    Pengertian Ideologi Tertutup
Ideologi tetrtutup merupakan sistem pemikiran yang tertutup. Artinya ideologi tertutup adalah bahwa isinya bukan hanya berupa nilai-nilai dan cita-cita tertentu. Melainkan intinya dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras yang diajukan dengan mutlak. Dalam ideologi tertutup orang harus taat pada ideologi tertutup. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat harus rela berkorban dan bersedia menilai ideologi dalam masyarakat dan kesetiaannya terhadap ideologi tersebut.
D.    Pengertian Ideologi Komprehensif
Ideologi komprehensif adalah suatu keyakinan yang tersusun secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan suatu kelas sosial tertentu dalam suatu masyarakat.
E.     Pengertian Ideologi Partikular
Ideologi partikular adalah suatu pemikiran yang menyeluruh mencakup segala aspek kehidupan manusia. Serta melakukan transformasi atau pertambahan secara besar-besaran dalam segala aspek kehidupan.

F.     Peranan Ideologi Bagi Bangsa Dan Negara
Ideologi bagi satu bangsa dan negara mencerminkan cara berfikir masyarakat, bangsa dan negara, untuk mencapai cita-citanya. Ideologi sangat menentukan eksistensinya suatu bangsa dan negara. Yakni membimbing bangsa dan negara untuk mencapai tujuan atau cita-cita bangsa dan negara. Ideologi juga mempunyai peranan yang sangat penting, yakni sebagai pandangan hidup suatu bangsa dan negara. Serta ideologi sebagai pola pikir dalam landasan pembangunan nasional.
Dengan demikian, ideologi sangat penting dan harus ada dalam suatu bangasa dan negara. Karena dengan adanya ideologi, maka dapat berfungsi sebagai motivasi, dasar berfikir, serta menampung aspirasi dari masyarakat.
a)      Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Yang Terbuka, Reformis Dan Dinamis
Pancasila sebagai ideologi tidak bersifat kaku. Akan tetapi, ideologi pancasila adalah bersifat aktual, dinamis, dan antipatif serta senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi dan pola pikir masyarakat. Keterbukaan ideologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar. Tetapi, mengaplikasikan wawasannya secara lebih konkret. Sehingga, memilki kemampuan yang reformis untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Yang senantiasa berkembang. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin berkembangnya aspirasi dari masyarakat.
b)     Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Liberalisme, Ideologi Komunisme, Ideologi Ekularisme, dan Ideologi Keagamaan
Ø  Ideologi liberalisme adalah suatu paham yang memberikan kebebasan pada masyarakatnya  untuk melakukan sesuatu hal  yang bersifat individual.
Ø  Ideologi komunisme adalah suatu ideologi yang sangat bertentangan dengan ideologi pancasila. Karena sangat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia.
Ø  Ideologi sekularisme adalah suatu paham yang membedakan antara agama dan negara. Artinya suatu negara yang berpaham sekularisme beranggapan bahwa negara tidak hanya mengetahui masalah kedunian yakni hubungan dengan manusia lainnya . Sedangkan agama adalah urusan akhirat. Yakni hubungan manusia dengan Tuhannya  


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar